Kesenian untuk Jiwa: Filosofi di Balik Tarian Darwish
Sejarah Tarian Darwish atau Tari Sufi
Tarian Darwish adalah tarian spiritual yang berasal dari tradisi sufi Islam. Ini dimulai di Turki pada abad ke-13 oleh seorang sufi terkenal bernama Mevlana Jalaluddin Rumi. Dalam tarian ini, para penari, yang disebut Dervish atau Darwish, berputar dengan perlahan dan berirama sebagai bentuk meditasi untuk mencapai kesatuan dengan Tuhan.
Tarian ini tidak hanya gerakan berputar, tetapi juga gerakan tubuh lainnya yang mengungkapkan konsep-konsep sufi seperti pencarian kebenaran dan pembebasan dari hal-hal duniawi. Meskipun dimulai sebagai praktik spiritual, Tarian Darwish sekarang juga menjadi atraksi seni yang populer di seluruh dunia.
Siapa Mevlana Jalaluddin Rumi?
Mevlana Jalaluddin Rumi adalah seorang penyair dan filsuf terkenal dari Persia yang hidup pada abad ke-13. Dia juga seorang sufi, yang dikenal karena ajaran spiritualnya yang mendalam. Rumi lahir di Afghanistan pada tahun 1207, tapi kemudian pindah ke Turki. Dia mendirikan sebuah ordo sufi yang dikenal sebagai Ordo Mevlevi, yang terkenal dengan Tarian Darwish mereka. Karya-karyanya, seperti "Mathnawi" dan "Divan-e Shams-e Tabrizi", dihargai di seluruh dunia karena kebijaksanaan dan keindahannya. Rumi dan ajarannya masih menginspirasi banyak orang hingga hari ini.
Kesenian Sebagai Metode Dzikrulloh oleh Mevlana Jalaluddin Rumi
Mevlana Jalaluddin Rumi memilih musik sebagai cara untuk mengingat Allah karena dia percaya bahwa musik memiliki kekuatan spiritual. Bagi Rumi, musik bisa membawa jiwa manusia lebih dekat kepada Tuhan. Dia merasa bahwa melodi dan lirik musik bisa membangkitkan perasaan cinta dan kebersatuan dengan Tuhan. Jadi, baginya, musik adalah cara yang paling indah untuk merayakan dan mengingat kehadiran Allah dalam kehidupan sehari-hari.
Filosofi Tari Darwish
Filosofi di balik Tarian Darwish adalah tentang pencarian spiritual dan kesatuan dengan Tuhan. Ketika Darwish berputar, itu bukan hanya gerakan fisik, tetapi juga simbol pencarian jiwa yang berputar menuju kebenaran dan kesatuan dengan Sang Pencipta. Ini mengajarkan tentang pembebasan dari ikatan dunia material dan menuju pemahaman yang lebih dalam tentang keberadaan. Tarian ini adalah cara untuk mengalami kehadiran spiritual yang mendalam dan mencapai pemahaman yang lebih tinggi tentang hakikat kehidupan.
Di Indonesia, para murid Thoriqoh Shiddiqiyyah yang dipimpin oleh Kyai Muhtar Mu'thi atau Syech Muchtarulloh Al-Mujtabaa, tidak hanya Dzikir secara ritual saja, namun mereka juga mempraktekkan tarian Darwish dalam kesenian. Mereka juga menggunakan seni pertunjukan, seperti yang dilakukan oleh grup Lubbil Ahbab Spiritual Music untuk mempraktikkan dzikrulloh, atau mengingat Allah.
Menurut ajaran Tasawuf, hakikat Dzikrulloh adalah ketika kita mengingat Tuhan Sang Pencipta melalui apapun yang membuat kita bisa terkoneksi dengan-Nya.
Lubbil Ahbab Spiritual Music

Komentar
Posting Komentar